Coconut Beach Jepara

Ketika browsing2 ayah tak sengaja menemukan suatu daerah pantai yg bernama Coconut Beach, yg berdampingan dengan Coconut Lodge. Lokasi pantai ini tepatnya di Desa Mororejo dan dekat dengan Pantai Wisata Pungkruk Mororejo – Jepara, jangan lupa gunakan google map ya untuk menuju kesini karena belum ada petunjuk jalannya… Karena penasaran, awalnya ayah coba searching tentang lokasi tersebut ke beberapa media sosial dan browsing internet, tetapi hasilnya nihil. Yang ditemukan adalah sebuah web coconutlodge.id sebuah villa/resort yg ditawarkan u/ dibeli… sepintas fotonya di depan lodge tersebut sangat bagus dan bersih, sehingga ayah memutuskan untuk mengajak saya dan Ibu mengunjungi pantai tersebut, serta berharap jalan menuju pantai tersebut sudah bagus. Dan ternyata, treng teng tengggg,,,,jalan sudah ada cukup lebar walaupun belum beraspal, tetapi rata dan mudah untuk dilewati. 

Sampai di pantai, wowww bagus banget… masih segar, masih bersih, pengunjung pantai baru penduduk sekitar saja dan tentunya belum ada penjual makanan minuman dan area parkir… pantainya bersih tepat di depan villa coconut, di pagi hari airnya jernih dan kelihatan pasirnya. Tidak perlu takut, karena ombaknya sangat kecil dan tidak curam, sehingga anak-anak bebas mandi di pantainya sampai agak ke tengah… mungkin emang area pantai yang di depan villa ini turut serta dibersihkan oleh pengelolanya, sehingga walaupun agak jauh dari perkampungan tetapi tetap terjaga kebersihannya. Iya satu lagi, di pantai ini tersedia lapangan bola volinya lho,,, Ayo, ayo yg penasaran buruan dateng dech ke pantai ini… dijamin ga nyesel…. 😊
  

oiya ammar mau update foto tempat ini di awal tahun 2019 ya, sedikit berbeda dan tambah bagus lho….

Taman Balekambang Solo

14 Januari 2018, saya dan keluarga mengunjung Taman Balekambang Solo. Tidak hanya bersama ayah dan ibu, tetapi juga dengan mbah, budhe dan kakak kepoakan, rame dan seru pokonya. Taman Balekambang menurut sejarahnya adalah taman yang dibangun oleh KGPAA Mangkunegara VII  pada tanggal 26 Oktober 1921 untuk kedua putrinya, yaitu GRAy Partini dan GRAy Partinah, sehingga dua patung dari putri ini pun juga diletakkan di dalam taman. Selain itu, taman yang terbagi dua tersebut juga diberi nama sesuai dengan nama kedua putri, yaitu Partinah Bosch yang merupakan semacam hutan kota, dan Partini Tuin, yang merupakan kolam air. Pada mulanya taman ini tidak buka untuk umum, baru pada era KGPAA Mangkunegara VIII Taman ini mulai dibuka untuk umum. Sejak itulah mulai diselenggarakan beragam kesenian untuk rakyat seperti ketoprak lesung. Kesenian ini ialah ketoprak yang diiringi dengan alunan musik lesung. Dan pada tahun 2008 dilakukan revitalisasi dan mulai dimultifungsikan sebagai taman seni & budaya, taman botani, taman edukasi, dan taman rekreasi. Sumber: wikipedia

Taman ini terletak di Jl. Ahmad Yani, Surakarta  dan dibuka untuk umum mulai pukul 07.00 sampai pukul 18.00 WIB setiap hari. Untuk menemukan lokasinya sangat mudah karena terletak tidak jauh dari Terminal Bus Tirtonadi Solo ataupun dari Stadion Manahan Solo, berikut bisa dilihat melalui google map. Untuk memasuki kawasan taman ini pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk, hanya membayar parkir kendaraan saja. Di dalam taman juga sudah tersedia berbagai wahana permainan untuk anak-anak, seperti kereta kelinci, istana balon, memancing ikan, ada juga bebek-bebekan di atas taman airnya, serta berbagai penjual makanan dan minuman.

Kemudian terdapat taman dengan rerumputan hijau yang cukup luas yang biasanya digunakan pengunjung untuk berkegiatan outbond ataupun permainan-permainan secara berkelompok. Memang taman balekambang ini sering digunakan juga oleh banyak kelompok atau sekolah untuk kegiatan kebersamaan. Tidak hanya itu, terdapat beberapa hewan seperti rusan, monyet kecil, burung kalkun dan angsa yang dibebaskan berkeliaran dan berinteraksi dengan pengunjung. Ini yang membuat anak-anak semakin senang bisa meihat dan bermain dengan hewan-hewan tersebut.

Kampung Pelangi Semarang

Di Semarang ada namanya Kampung Pelangi, sebuah kampung yang  terletak di Kampung Wonosari – Kelurahan Randusari, Semarang Selatan ini dulunya dikenal sebagai salah satu perkampungan kumuh, tapi saat ini menjadi sebuah perkampungan yang bersih, tertata dan berwarna-warni bangunan rumah dan fasilitas umumnya. Lokasinya tidaklah jauh dari Tugu Muda dan Lawang Sewu,tepatnya bersebelahan dengan SMP Pangudi Luhur Domenico Savio atau berdekatan juga dengan RSU Kariadi Semarang. Bagi wisatawan dari luar kota mungkin informasi ini sangat dibutuhkan, dimana lokasi kampung pelang adalah tepat di belakang deretan ruko-ruko pusat penjualan karangan bunga Kalisari yang sudah direnovasi dan lebih tertata. Pengunjung bisa memarkir kendaraan di sepanjang jalan di depan ruko-ruko tersebut.

ada beberapa alan masuk ke area perkampungan denga jembatan yang berwarna warni, karena memang letak kampung ini yang dispisahkan oleh sungai dari jalan raya… untuk parkin kendaraan siapkan uang Rp 5,000 dan tidak ada pungutan lain selama berkeliling di dalam kampung. Layaknya sebuah perkampungan, meskipun banyak pengunjung yang berlalu lalang dan berselfie ria, warga setempat tetap menjalankan rutinitas dan aktivitas sehari-hari seperti biasanya, dan tidak terpengaruh dengan banyaknya orang luar yang berkunjung… semoga kampung pelangi ini akan tetap terawat dan bisa meningkatkan perekonomian warga setempat dan sekitarnya ya,,,