Agrowisata Bhumi Merapi Kaliurang – Yogyakarta

Hai teman-teman,,, kali ini ammar mau berbagi pengalaman tentang Agrowisata Bhumi Merapi ya, salah satu agrowisata yang ada di Yogyakarta, tepatnya di Jl. Kaliurang KM.20, Sawangan, Hargobinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman. Sekarang ini dimana-mana makin banyak tempat wisata baru dengan tema agrowisata, dan ini adalah agrowisata yang ke sekian yang ammar kunjungi.

Sedikit review dari ammar ya, menurut ammar dari beberapa agrowisata yang pernah ammar kunjungi di beberapa daerah, Agrowisata Bhumi Merapi merupakan agrowisata dengan konsep yang lumayan lebih baik dibandingkan yang lain. Karena apa, karena disini selain memang hawanya sejuk karena di bawah gunung merapi, juga mempunyai koleksi binatang yang sangat banyak, sebut saja kelinci (kita bisa bermain dengan banyak kelinci lhoo), beberapa jenis musang/ garangan bahkan ada musang yang berbau pandan lho, ada burung, ada ular, ada iguana, ada ikan, ada kura-kura, peternakan kambing juga ada coba, domba juga ada dan kita bisa bermain bersamanya dan memberi minum susu pakai dot, rusa juga ada, kuda juga ada dan kita bisa menaikinya, burung daranya wahhh banyak banget dan kita bisa ngasih makan dengan jagung kering, ow hiya ayam juga ada lhohh,,, hmmmm apa lagi ya ???? pokoknya banyak banget dech…

Untuk masuk ke agrowisata ini pengunjung dikenakan tiket Rp 20,000 per orang (anak di atas 3 tahun sudah bayar lho ya) dan tiket masuk bisa ditukarka dengan susu sapi di resto yang ada di dalam. Untuk selfie-selfie wahhh bagus banget dan banyak sekali spot-spot foto yang tersedia. Disini sangat banyak dikunjung oleh Sekolah TK karena memang sangat cocok untuk anak-anak dan bisa juga untuk kegiatan outbond. Mau tahu keseruan ammar selama di Agrowisata Bhumi Merapi ??? cek foto dibawah yukz…

Tumurun Private Museum Surakarta

Tumurun Museum saya menyebutnya, terletak di Jl. Kebangkitan Nasional No.2/4, Sriwedari, Laweyan, Kota Surakarta, museum ini merupakan milik pribadi dan dibuka untuk umum. Museum ini adalah milik dari Bapak Iwan Kurniawan Lukminto yang merupakan salah satu penerus Pendiri PT. Sritex salah satu perusahaan garment terbesar di Solo Raya. Kata TUMURUN itu sendiri adalah kepanjangan dari Turun Menurun. Untuk bisa berkunjung ke museum ini, calon pengunjung diharuskan registrasi terlebih dahulu melalui Whatsap ataupun telepon. Dalam proses registrasi, setelah kita mengajukan jadwal kunjungan, pihak museum akan memberikan konfirmasi pilihan jam dan menanyakan identitas kita, jumlah orang yang akan berkunjung dan apa tujuan kunjungannya. Setelah OKE semua, kita tinggal datang ke museum sebagaimana jadwal yang telah disepakati. Oiya registrasi maksimal H-3 ya…

Sesampainya di museum ternyata sudah banyak yang menunggu untuk masuk ke dalam museum, ammar sampai museum 10 menit sebelum jadwal yang telah disepakati. Untuk lebih baiknya kunjungan ke museum ini kalau bisa jangan di weekend ya guys, soalnya bakal rame banget yang akhirnya kurang bisa memaksimalkan untuk hunting foto dan membaca keterangan dari setiap koleksi di dalamnya.

Tibalah pada waktunya, pengunjung dipersilahkan masuk ke dalam museum, eitsss tapi bukan langsung berkeliling lho ya, melainkan kita semua akan diberikan short breefing terlebih dahulu mengenai deskripsi museum ini, koleksi apa saja yang ada, serta tata tertib untuk pengunjung. Selain itu pengunjung dijelaskan juga tentang contoh-contoh kejadian dari beberapa aktivitas pengunjunjung yang menyebabkan kerusakan pada koleksi museum, dengan harapan pengunjung semakin paham dan hati-hati di dalam area museum.

Koleksi apa saja yang ada di dalam museum ini, yuk kita simak selengkapnya… jadi museum ini terdiri dari 2 lantai, lantai pertama adalah koleksi baik lukisan, karya seni dan mobil peninggalan Alm. Pak Lukminto, ayah dari pemilik museum. Di lantai kedua, terdapat berbagai macam lukisan karya seniman/pelukis terkenal di Indonesia namun saying sekali lantai dua tersebut tidak untuk umum dan hanya untuk tamu khusus pada saat itu. Sehingga tamu biasa hanya bisa keliling di lantai pertama saja. Oiya untuk mengexplore isi museum ini kita hanya diberikan waktu 60 menit ya, jadi ga bebas seperti di museum lainnya. Yang paling mengesankan buat ammar adalah karya seni berupa mobil VW Kodok yang dilipat dibentuk bulat seperti bola karya dari Ichwan Noor – 1963 dengan title Beetle Sphere (Edition 5), lucu aja ngeliatnya… hehehe.

Museum Jenang Mubarok Kudus- GUSJIGANG X-Building (Dari Kudus Menyapa Peradaban Dunia)

Di Bulan Maret 2019, saya dan keluarga berkesempatan berkunjung ke Museum Jenang Kudus, tepatnya terletak di Jl. Sunan Muria No.29-33, Glantengan, Kudus. Sekitar 600 meter dari Alun-alun Kudus. Sepengetahuan ammar Di Kudus ada 2 museum yang pastinya sudah banyak orang tahu, yaitu museum kretek dan museum jenang. Museum Jenang atau yang sekarang juga dikenal dengan nama GUSJIGANG X-Building menjadi satu dengan Toko Jenang Mubarok, merk jenang terkenal dari Kudus. Jadi ya kalau berwisata ke Kudus, jangan lupa oleh-oleh khasnya adalah Jenang Mubarok.

Museum jenang ini sangat bagus dan modern design interiornya, ditambah dengan tata cahaya lampu yang semakin membuat isi di dalam museum semakin terlihat sangat menarik. Ketika sampai di lokasi yang tampak dari luar adalah Toko Oleh-oleh Jenang Mubarok Kudus. Yahhh di bagian depan berupa toko oleh-oleh terkenal di Kudus, jadi kalau mau masuk ke museum jenang melewati tokonya dulu dan begitupun ketika akan meninggalkan museum. Harapannya setelah ke museum jangan lupa beli oleh-oleh jenang mubarok ya… hehehe. Tokonya sangat bersih, nyaman berAC dan banyak sekali bermacam oleh-oleh khas Kudus, dan yang pasti yang membuat saya terkejut adalah harganya murah-murah lho walaupun di tempat wisata, seakan kesan mahal beli oleh-oleh di tempat wisata itu hilang.

Dari dalam toko, kita bisa menaiki tangga yang tersedia di pojok kanan belakan untuk menuju ke lantai berikutnya yaitu museum jenang. Sesampainya di atas, kita akan disuguhi ruangan dengan pencahayaan agak redup, dimana terdapat beberapa peralatan pembuat jenang, replica orang membuat jenang, informasi sejarang jenang mubarok dan pendirinya sampai generasi saat ini. Serta miniature suasanan area Masjid Kudus. Untuk lebih jelasnya bisa lihat koleksi foto ammar di bawah ini ya dan fotolah yang akan bercerita apa saja yang ada di dalam museum ini…

Lanjut masuk ke ruang berikutnya terdata Mushola yang bersih, nyaman dan cukup luas. Jadi ga perlu khawatir bagi wisatawan luar daerah… di samping mushola terdapat ruangan yang menyajikan rumah joglo beserta beberapa koleksi motor tua dan motor modifikasi. Kita juga bisa masuk ke joglo tersebut untuk sekedar berfoto-foto. Terpampang juga foto Bupati Kudus dari masa ke masa yang akan semakin menambah pengetahuan kita tentang Kudus.

 

Nah selanjutnya kita masuk lagi ke belakang ya, ruangan ini yang menurut saya paling bagus dan berkesan, karena tata cahaya lampunya sangat bagus sekali. Ruangan inilah yang diberi judul GUSJIGANG X-Building. Beberapa tulisan tokoh terkenal di Indonesia, Lukisan, alat music islami, proses pembuatan jenang, batik dan ukiran. Dan ruangan inilah yang paling menarik untuk digunakan prosesi foto-foto… hmmmm hehehe.

Setelah puas mengexplore museum, pengunjung bisa membeli souvenir seperti kain, baju dan aneka souvenir khas Kudus tentunya ataupun oleh-oleh makanan dan tentunya aneka rasa jenang mubarok yang telah tersedia di toko oleh-oleh lantai 1 dan toko souvenir di lantai 2. Sekian cerita singkat dari ammar, sampai juma di tulisan ammar berikutnya ya… terima kasih.