Jalan-jalan ke PVJ (Paris van Java) & Masjid Agung Jawa Barat

Selama berada di Bandung dari tanggal 23 – 27 Oktober 2017, ayah mengajak saya dan Ibu mengunjungi PVJ (Paris van Java) Mall dan Masjid Agung Jawa Barat.

  

Tujuan utama ke PVJ sebenarnya adalah ke KidZone atau dikenal dengan Lactasari, yang berada di lantai paling atas dan jalan satu-satunya menuju ke lantai tersebut adalah dengan menggunakan Lift. PVJ merupakan sebuah Mall yang menyajikan berbagai barang dan tempat makan. Kebanyakan pengunjung kesini untuk makan dengan teman atau keluarga sambil bercengkrama mengisi waktu luang.

Setelah puas berkeliling Mall, kami menuju ke Lactasari, harga tiket masuk per orang adalah Rp 70,000 dan kita akan disediakan 1 keranjang kecil berisi wortel, sawi dan 1 dot berisi susu. Makanan tersebut untuk kelinci dan susunya untuk kambing atau sapi. saya sangat senang bisa bermain dengan kelinci-kelinci yang lucu,,, tapi saya takut dengan kambing dan sapinya sampai-sampai nangis kenceng banget,, he2

Hari berikutnya saya diajak jalan-jalan ke Alun-alun Bandung atau Masjid Agung Jawa Barat, disana kita bisa bermain di atas lapangan yang alasnya adalah rumput sintetis/buatan. syaratnya adalah sandal/sepatu harus dilepas ya untuk menghindari kerusakan pada lantainya.

Tidak hanya itu, kita juga bisa jalan-jalan di sekitar alun-alun Bandung karena letaknya yang bersebelahan denga Jl. Asia Afrika dan Jl. Braga. banyak sekali wisatawan yang berselfie dan mengabadikan keberadaannya di kedua ruas jalan tersebut.

Menginap di Hotel Best Western La Grande

Berlokasi strategis di jantung kota Bandung. Hotel ini terletak di pusat Merdeka, Dago, dan R.E. Kawasan Martadinata, dimana kawasan bisnis serta kawasan perbelanjaan dan kuliner Bandung terkenal. Hotel ini tidak hanya menyediakan layanan terbaik namun juga fasilitas terbaru untuk para tamunya. Hotel ini memiliki 191 kamar dan suite yang luas. Rasa masakan lokal yang lezat ke makanan lezat internasional, semuanya disajikan dengan sempurna di Parc De Ville Restaurant. Dengan sentuhan hangat keramahan Sunda dan fasilitas mutakhir sekarang siap melayani Anda.

Begitulah kira-kira yang disampaikan di halaman depan Website Hotel Best Western La Grande Bandung. hotel ini terletak persis di depan BIP (Bandung Indah Plaza). Lokasinya yang sangat strategis menjadi alasan ayah memilih hotel ini selama kami di Bandung dari tanggal 23 s/d 27 Oktober 2017. (berikut map hotel)

Hotel ini terbilang baru dan terdiri dari 21 lantai, kami pun beruntung bisa menempati sebuah kamar eksekutif di lantai 20. Sehingga rasanya tidak akan membosankan berada di kamar hotel dengan pemandangan indah kota Bandung. 

 

 

 

 

Lantai yang sudah dilengkapi karpet menambah kenyamanan untuk tinggal di dalam kamar. Di dalam kamar tersedia meja kerja dengan kursinya, serta sofa single seat dan meja bundar, televisi 32 inch dan kulkas kecil, serta kamar mandi dimana tersedia bathtub dan shower. Di Lantai 3 terdapat Parc de Ville Restaurant, tempat untuk sarapan pagi setiap harinya yang dilengkapi dengan kursi bayi bagi yang membawa bayi dan tepat di sebelahnya tersedia ruang bermain yang cukup banyak jenis mainannya dan tersimpan rapi di box mainan.

Untuk urusan makan malam, tidaklah repot karena tersedia banyak tempat makan dari harga murah sampai yang mahal. untuk siang dan malam hari, selain ada restaurant di hotel sendiri, ada banyak pilihan lain tempat makan. Tepat di samping lobby hotel ada KFC, atau tinggal menyeberang melalui jembatan penyeberangan di depan hotel dan langsung ke BIP yang di lantai 1 sudah ada Pujasera dan berbagai restaurant seperti D’Cost, Mac-D, dll. Untuk urusan keperluan pribadi dan snack, di belakang hotel (tempat parkir) juga tersedia Indomaret dan Toko Oleh-oleh.

Perjalanan dari Semarang menuju Bandung dan sebaliknya kami pilih menggunakan Kereta Api Ciremai, harga tiket cukup terjangkau dibandingkan dengan Kereta Api Harina yang juga melayani rute yang sama dengan jam keberangkatan lebih malam. KA Cirema berangkat dr Stasiun Semarang Tawang pukul 17:35 dan sampai di Stasiun Bandung pukul 01.05. Kemudian jadwal keberangkatan dari Stasiun Bandung pukul 06.15 dan sampai di Stasiun Semarang Tawang pukul 13:45.

Jalan-jalan ke Daarut Tauhiid, Bandung

Tanggal 2 Oktober 2016, momnt dimana saya diajak naik kereta api untuk pertama kalinya. Naik Kereta Api Harina dengan rute Semarang Tawang – Bandung (20:35 – 04:58). Pada awalnya saya rewel ndak mau duduk terus, maunya merangkak sana-sini, tetapi kan ga mungkin bisa di kereta, akhirnya digendong sama ayah jalan-jalan di dalam gerbong. Karena sudah capek ayah dan ibu coba memberi saya makan, dan alhasil setelah kenyang saya langsung tidur pulas sampai kota tujuan,,, he2

Sampai di Stasiun Bandung, jangan khawatir ada pool taksi Blue Bird di pojok mau pintu keluar, jadi ga perlu bingung dengan banyaknya taksi local yang menawarkan jasanya. Dengan Blue Bird langsung meluncur ke Daarut Tauhiid, karena memang kami menginap di cottage yang ada di lingkungan Pesantren Daarut Tauhiid Geger Kalong Girang, Bandung. Namanya Darul Jannah Cottage, lokasinya menyatu dengan asrama santri, lapangan futsal dan kelas belajar mengajar. Cottage ini seluruhnya terbuat dari kayu, jadi masih tampak asri disamping memang udara di sini masih cukup sejuk ,,,

Tidak perlu khawatir ketika menginap di kawasan pesantren ini, karena fasilitas umumnya sangatlah lengkap, dari klinik, mini market, ATM center, pusat jajanan dari pagi sampai malam, dll. Untuk biaya kamar permalamnya waktu itu Rp 350.000 sudah termasuk sarapan. Hari Senin pagi check-in dan check-out hari Rabu sore. Perjalanan dilanjutkan menuju Jakarta dengan mobil jemputan dari Kantor Jakarta ayah, karena transportasi pulang kami menggunakan pesawat terbang dari Jakarta ke Semarang, jadi harus menginap 1 malam di hotel dekat bandara Soekarno-Hatta untuk persiapan paginya. Dan pada waktu itu kami menginap di Hotel Amaris yang tidak jauh dari Bandara Soetta (harga kamar untuk 1 malam pada waktu itu adalah Rp 500.000 sudah termasuk breakfast). Perjalanan darat Bandung – Jakarta hamper 5 jam, karena memang sore hari sangat macet, dan saya pun sebenarnya tidak nyaman lala-lama dipangku di dalam mobil.

Sesampai di Jakarta kami langsung istirahat, karena jam 05:30 pagi harus berangkat menuju bandara supaya tidak terburu-buru (pesawat kami jam 07:25 pagi, Citilink Jakarta – Semarang). Bersyukur di ruang tunggu ada tempat bermain, jadi saya bisa bermain kesan kemari sampai capek, jadi setelah waktunya naik ke pesawat saya ngantuk dan tidur, alhasil saya tidak rewel selama penerbangan,,, he3

Demikian perjalan pertama kali saya menaiki kereta api dan pesawat,,,

dokumentasi selengkapnya bisa klik disini

berikut link Daarul Jannah dan map Daarut Tauhiid