Tumurun Private Museum Surakarta

Tumurun Museum saya menyebutnya, terletak di Jl. Kebangkitan Nasional No.2/4, Sriwedari, Laweyan, Kota Surakarta, museum ini merupakan milik pribadi dan dibuka untuk umum. Museum ini adalah milik dari Bapak Iwan Kurniawan Lukminto yang merupakan salah satu penerus Pendiri PT. Sritex salah satu perusahaan garment terbesar di Solo Raya. Kata TUMURUN itu sendiri adalah kepanjangan dari Turun Menurun. Untuk bisa berkunjung ke museum ini, calon pengunjung diharuskan registrasi terlebih dahulu melalui Whatsap ataupun telepon. Dalam proses registrasi, setelah kita mengajukan jadwal kunjungan, pihak museum akan memberikan konfirmasi pilihan jam dan menanyakan identitas kita, jumlah orang yang akan berkunjung dan apa tujuan kunjungannya. Setelah OKE semua, kita tinggal datang ke museum sebagaimana jadwal yang telah disepakati. Oiya registrasi maksimal H-3 ya…

Sesampainya di museum ternyata sudah banyak yang menunggu untuk masuk ke dalam museum, ammar sampai museum 10 menit sebelum jadwal yang telah disepakati. Untuk lebih baiknya kunjungan ke museum ini kalau bisa jangan di weekend ya guys, soalnya bakal rame banget yang akhirnya kurang bisa memaksimalkan untuk hunting foto dan membaca keterangan dari setiap koleksi di dalamnya.

Tibalah pada waktunya, pengunjung dipersilahkan masuk ke dalam museum, eitsss tapi bukan langsung berkeliling lho ya, melainkan kita semua akan diberikan short breefing terlebih dahulu mengenai deskripsi museum ini, koleksi apa saja yang ada, serta tata tertib untuk pengunjung. Selain itu pengunjung dijelaskan juga tentang contoh-contoh kejadian dari beberapa aktivitas pengunjunjung yang menyebabkan kerusakan pada koleksi museum, dengan harapan pengunjung semakin paham dan hati-hati di dalam area museum.

Koleksi apa saja yang ada di dalam museum ini, yuk kita simak selengkapnya… jadi museum ini terdiri dari 2 lantai, lantai pertama adalah koleksi baik lukisan, karya seni dan mobil peninggalan Alm. Pak Lukminto, ayah dari pemilik museum. Di lantai kedua, terdapat berbagai macam lukisan karya seniman/pelukis terkenal di Indonesia namun saying sekali lantai dua tersebut tidak untuk umum dan hanya untuk tamu khusus pada saat itu. Sehingga tamu biasa hanya bisa keliling di lantai pertama saja. Oiya untuk mengexplore isi museum ini kita hanya diberikan waktu 60 menit ya, jadi ga bebas seperti di museum lainnya. Yang paling mengesankan buat ammar adalah karya seni berupa mobil VW Kodok yang dilipat dibentuk bulat seperti bola karya dari Ichwan Noor – 1963 dengan title Beetle Sphere (Edition 5), lucu aja ngeliatnya… hehehe.

Kido Land, Wahana Wisata Edukasi Baru di Sukoharjo Makmur

Di akhir Bulan September 2018 yang lalu kami penasaran untuk mengunjungi tempat bernama Kido Land ketika kami sedang mudik ke rumah mbah di Sukoharjo. Ayah tidak sengaja menemukan postingan di Instagram tentang tempat tersebut. Kami pun akhirnya mengunjungi tempat tersebut bersama mbah, budhe dan mbak azka & mbak alifah.. bermodalkan google map kami meluncur ke lokasi yang jaraknya hanya sekitar 14 km dari rumah mbah dan masih di Kecamatan yang sama. Kido Land berlokasi di Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, teman-teman bisa search lokasi lewat google map ya… belum ada papan petunjuk jalan dari jalan utama ke lokasi tersebut, lokasinya agak masuk ke perkampungan. Sesampainya di lokasi yang kami dapatkan adalah pekarangan luas yang sedang dalam proses pembangunan tempat wisata… beruntung pada waktu itu kami bertemu langsung dengan Pemilik sekaligus sebagai Pengelolanya, dan ayah pun sedikit berbincang dengan beliau…

Pekarangan tersebut merupakan milik keluarga yang pada awalnya difungsikan sebagai kebun dan peternakan hewan seperti kambing dan sapi… dan saat ini akan dikembangkan menjadi semacam tempat untuk wisata edukasi tentunya bidang pertanian dan peternakan. Kondisi saat itu sudah ada taman-taman yang bagus, playground, kebun sayur, beberapa hewan seperti kambing, kelinci  dan angsa… kolam renang juga sudah jadi dan tinggal finishing area disekitar kolam renang tersebut. Kandang sapi juga sudah direnovasi dengan warna-warni yang menarik. Mungkin konsepnya akan serupa dengan Wonoland di Wonosobo dimana ammar juga baru saja berkunjung kesana dan memang juga baru dibaka di pertengahan tahun ini. Dan ayah pun sempat menunjukan foto kami di wonoland sebagai referensi jika tertarik. Walaupun belum di share namun sudah cukup banyak pengunjung yang datang. Untuk anak-anak ya tentunya pada pengen berenang, dan yang lainnya pada pengen foto-foto selfie di spot taman yang sudah jadi. Semoga di tahun depan proses pembangunanya sudah selesai dan bisa menjadi salah satu alternative tempat wisata di Sukoharjo Makmur. Amin.