Edisi ke Surabaya (Tunjungan Hotel)

14 November 2016, saya dan Ibu diajak ayah ke Surabaya. Rencananya berangkat menggunakan Kereta Api Argo Anggrek Pagi (Semarang – Surabaya, 15:00 – 18:00), tetapi yang terjadi adalah ada keterlambatan kedatangan Kereta di Semarang yang belum bisa dipastikan akan tiba jam berapa, dikarenakan ada gangguan signal di Jawa Barat karena Banjir. Akhirnya jam 16:30 ayah memutuskan untuk refund tiket kereta api sebagaimana disarankan oleh pihak KAI, dan langsung menuju terminal Terboyo untuk naik Bus saja ke Surabaya, nah inilah yang akhirnya jadi pengalaman pertama saya naik bus jarak jauh. Kami menaiki Bus Jaya Utama Patas yang berangkat jam 17:30 dan sampaik di Surabaya jam 00:30. Untuk informasi, sebelum bus memasuki terminal Bungur Asih Surabaya, Kenek akan info “ada yang turun pool Blue Bird?” nah ternyata ada pool taksi Blue Bird sebelum terminal, jadi walaupun Tengah malam tidak perlu khawatir akan transport selanjutnya…

Kami lanjut menginap di Hotel Tunjungan, yang berlokasi bersebelahan dengan Tunjungan Plaza. Hotel ini adalah Hotel Tua, jadi sangat sepi tamu yang menginap, ditambah sudah ada Hotel Swiss Belinn baru tepat diseberangnya dan ada Sheraton Hotel di Belakangnya. Ayah memilih hotel ini karena harga kamar sudah include breakfast dan dinner(supaya lebih irit, he2). Untuk harga kamar deluxe pada waktu itu adalah Rp 1.025.000 per malam, dan kami menginap untuk 4 malam. Untuk jalan-jalan ya pastinya ke Tunjungan Plaza Mall, sangat lengkap karena memang ada 7 mall yang saling terhubung dari TP1 sampai dengan TP7.

Ayah juga mengajak ke warung Lontong Balap Pak Gendut yang di depan Kantor PDAM, karena memang ada beberapa cabang warung di Surabaya. Secara harga cukup terjangkau walaupun sudah punya nama dan terkenal. Ditempat tersebut Ibu juga mengundang teman yang sudah lama tidak ketemu untuk bergabung.

Sampai pada tanggal18 November 2017 pagi waktunya check-out dan langsung menuju Bandara Juanda untuk mengejar pesawat jam 08:00 pagi ke Semarang. Cukup nyaman karena ayah mengajak kami naik Garuda Indonesia, dimana terminal keberangkatannya sudah terpisah dengan maskapai lainnya. Bangunan baru ya tentunya sangat bersih… disediakan juga stan-stan informasi yang bisa digunakan untuk berfoto. Seperti sebelumnya saya bermain kesana kemari selama di ruang tunggu, dan akhirnya ketika waktunya di dalam pesawat saya pun tertidur pulas sampai bandara tujuan…

dokumentasi selengkapnya klik disini, berikut link Hotel Tunjungan dan map Lontong Balap Pak Gendut